Tampilkan postingan dengan label by sasha-riddle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label by sasha-riddle. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2009

KuKer Dehh

Copas from http://www.sekarnakula.co.cc/2009/12/repost-something-killing-boredom.html

1. Who are you texting now?
Fara.

2. Why aren't you in 'love' with your last ex anymore?
I have another one already :)

3. Do you think anyone has feelings for you?
Absolutely yes.

4. How late did you stay up last night and why?
Last night? 02:00, can't sleep totally.

5. What do you currently hear right now?
Aiaigasa by Younha

6. Do you smoke everyday?
Fucking no.

7. When was the last time you talked to one of your best friends and who?
More than weeks ago. Beside it, I've no talk with my best friends, cause I have no other.

8. Who was the first person you talked to today?
Naufal.

9. Have you ever cried for a guy before?
Yes, actually. Got a little bit ashamed for it.

10. What are you looking forward to in the next month?
Not too much. Just getting survive myself.

11. Are you anything like you were at this point last year?
What?

12. Are you wearing jeans right now?
Nope, too bad. Cutbrai trousers.

13. Have you lost contact with someone you wish you didn't?
Yes. Why the heck is he acting like that?

14. What's something you do when you're mad?
Destroy everyone's mood too.

15. Are you a patient person?
Nope.

16. Would you rather be mad or sad?
Mad. Sad is like...I can't be survive in my life. Mad is MUCH better.
17. Do you think you can last in a relationship for 3 months?
Just hoping...

18. Do you ever use words like boomz, kaboom?
Yes.

19. When was the last time you cried badly n why?
Last night. Realized that I'm loner than I thought.

20. Closest green object to you?
Flashdisk.

21. Where is your MSN picture taken?
Have no MSN...

22. Are u happy or sad now?
Happy cause of HIM, but sad cause of another HIM. Hmm.

23. If you could change the time, what is ur wish?
I have no life between 2 October and 15 October 2009.

24. Favorite color?
Black.

25. Ever kissed in the rain?
Na'ah.

26. What are you thinking about right now?
Him?

27. What should you be doing?
Killing someone.

28. Do you like working in the yard?
Nope.

29. What color are your eyes?
Black.

30. Is there someone you just can't imagine your life without?
Her.

31. Have you ever got a D or F on your report card?
Never. We use number thou.

32. If you married the last person you texted, what would your last name be?
Angger =_=

33. Were you happy when you woke up today?
Totally not.

34. Do you believe in true love?
No.

35. Will your next kiss be a mistake?
How could I know?

36. Are you in love now?
Yes.

Jumat, 27 November 2009

50 Pertanyaan Seru

from http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2813646 dan http://www.sekarnakula.co.cc/2009/11/50-pertanyaan-seru.html

1. Makanan apa yang paling anda inginkan?
Sekarang? Scallop-nya Little Takigawa. Kenikmatan idup semua ada di makanan itu dahh.

2. Apa warna sikat gigi anda?
Biru-Putih

3. Binatang apa kesukaan anda?
Elang. Keren aja gitu kea gw.

4. Apa yang akan anda masukkan dalam ember?
Ha? Aer.

5. Siapa pahlawan super favorit anda dan mengapa?
Black Jack! Dokter keren nomor satu di dunia yang sudah menyelamatkan banyak orang, cakep lagi :D

6. Siapa yang paling anda kagumi?
Stephen Hawking. Orang tercerdas sekaligus penuh imajinasi. Gue banget.

7. Apa aktifitas favorit anda selama liburan?
OL.

8. Jika hidup anda difilmkan apa jenisnya dan siapa yang akan menjadi aktor utamanya?
Jenisnya bakalan Action. Yang jadi aktor utama...sape yak? Diri gw sendiri deh.

9. Apa rasa anda jika anda sebuah es krim? Mengapa?
Stroberi, gw kan imutt *ditabok* gaak, gw bercanda. Es krim rasa mint tea keanya, unordinary dan seger gt XD

10. Siapa tokoh kartun favorit anda? Mengapa?
Shiki-nya TWEWY. Cakep sih. *alesan gak mutu*

11. Kemana anda ingin pergi? Mengapa?
Ke Gleise 581. Planet baru yang katanya mirip bumi. Mungkin ada aliennya.

12. Apa pekerjaan impian anda?
Orang intel, yang ahli dalam bidang le parkour. Keren gila gak tuh.

13. Apakah anda orang yang hidup di siang hari atau malam hari?
Dua-duanya...

14. Apa hobby anda?
Maenan adek. Seru lho, sodara-sodara. Boleh dicoba di rumah.

15. Apa yang paling mengganggu anda?
Orang yang bohong tentang perasaannya sendiri sama gw.

16. Makanan paling aneh yang pernah anda makan adalah...
Sherry (tunggu itu minuman yah). Rasanya aneh, tapi enak.

17. Apa yang anda sukai dalam keluarga anda?
Bokap-nyokap yang keduanya orang terbaik dalam posisi mereka, adek yang ganteng, banyak dehh

18. Apa yang aneh dengan anda?
Gw kalo stres, ketawanya malah makin keras. Tapi jadi gak wajar gitu.

19. Lukiskan diri anda dalam 3 kata.
Cute, Genius, Evil. Ha.

20. Jika anda dapat menukar hidup anda selama satu hari, anda ingin menjadi siapa dan mengapa?
Pengen jadi Kei. Mau ngerasain jadi pinter gambar sehari aja.

21. Apa yang anda katakan saat anda tidur?
Ngigo maksudnya? Meneketempe.

22. Apa yang pertama kali anda lakukan saat bangun tidur?
Ngecek hape. Kalo weekend, puter badan sampe tengkurep, buka laptop, OL.

23. Apa kutipan favorit anda?
"Munyuu!"

24. Apa humor favorit anda?
Yang nggak vulgar aja.

25. Apa yang akan anda lakukan di Planet Mars?
Bunuh diri di sana. Impresif.

26. Jika anda dapat memperoleh semua hal, apa yang anda inginkan?
Surga aja deh.

27. Dimana tempat terburuk anda saat anda terjebak?
Dalem gunung berapi. Hal terakhir yang gw liat adalah langit biru yang cerah sebelum jilatan api lava nyamber gw. Wow.

28. Apa yang akan anda lakukan dengan ke"tenaran" 15 menit anda?
Nyium cowok keren, bikin sensasi, supaya ketenaran gw nambah panjang wk.

29. Kemana anda pergi jika anda tidak terlihat (transparan)?
Ruang ganti cowok *ditabokin*

30. Rasa apa yang anda sukai?
Rasa sakit.

31. Apa yang paling tidak anda ingin miliki?
Dosa. Sama kea Sekar...

32. Lukiskan ciuman sempurna dalam 3 kata.
Manis, Panas, Kotor >D

33. Ikatan apa yang paling kuat dalam diri anda?
Ikatan gw dengan anak2 buah gw, keanya, berhubung gw gak punya cowok.

34. Adakah lagu yang mengingatkan anda pada seseorang?
Ada. Banyak.

35. Berapa banyak buku yang telah anda baca tahun ini?
Mana gw itungin? Kalo sehari sekitar 2 buku, berarti ada...730-an.

36. Saat aku bernyanyi, aku seperti...
Orang sarap yang gak sengaja nelen Aibon.

37. Siapa yang sangat ingin anda temui?
Someone.

38. Jika anda terkenal, anda memilih menjadi apa?
Karena orang intel gak mungkin jadi terkenal (kan bekerja secara rahasia) gw pengen jadi...penulis.

39. Apa pekerjaan yang paling anda tidak sukai?
Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, Geografi. Singkatnya, IPS.

40. Channel TV favorit anda adalah...
Saat ini, AFC.

41. Apa yang paling anda takuti?
Kematian.

42. Apa yang ingin anda lukis saat ini?
Shota x Karazan *nabrak dinding*

43. Siapa selebritis yang tidak anda sukai?
Paris Hilton.

44. Barang apa yang paling menarik di dompet anda?
Gantungan kunci dari Master yang dikasih pas kelas 8, bentuknya bintang, tulisannya Pangandaran.

45. Kalimat apa yang paling jahat pernah anda ucapkan kepada orang lain?
"The only one reason why are you broke up with me it's not because ******, it's because you never have any feeling to me. I'm your toy, your FUCKING DESIRE to forget ****, and now you know you can't even trash her from your mind! Just go back to her, I know I'm just third person!" - chat to someone, 24-10-09

46. Jika anda memiliki perahu, apa nama perahu anda?
Sang Pemimpi. Kedengerannya keren ya?

47. Apa mimpi panjang hidup anda?
Banyak =_=

48. Siapa presiden yang ingin anda ajak berbincang-bincang?
Obama, Soekarno, dan Arroyo pengen gw ajak ngobrol hangat. Bush, pengen gw sembur di muka.

49. Pernahkah mencoba sesuatu yang anda tidak bisa lakukan sama sekali?
Pernah, mencoba melupakan orang yang jelas2 gw butuh dia.

50. Diantara 1 - 10, berapa nilai kekaleman anda?
Nilai kekaleman kan? 1.

Yang mau copas silahkan, tapi cantumin dua link di atas sama link post ini yaa :))

Jumat, 20 November 2009

Maap Minnaaaaaa *hagu all*

Maap ya semuanyaaaaaa, entah udah berapa abad gw kagak nulis blog gw lagi *lebay*

Yap, many things happen. Perubahan yang terjadi pada gw pun banyak, ya. Cobaan terberat datang dari salah satu adik kelas gw, yang ternyata memutuskan buat melambungkan gw tinggi-tinggi sebelum menghempas gw ke jurang terdalam. Yah, rasanya nyaris sama lah ya.

Gw nggak mau berurusan sama boy-thingy lagi keanya, huhh =_=

Yah, pokoknya, setelah berbagai pertimbangan dan olah otak bersama alter-ego gw tercinta, River, gw memutuskan buat menghidupkan blog ini lagi. Well, at least rencana gw gitu. Kalo besok gw ketabrak truk Choki-Choki, berarti rencana gw ini tidak akan terlaksana.

Yang jelas gw berusaha idup dah.

Apa lagi yang gw mau omongin? Keanya gak ada. Udah deh gw off dulu. Caiyoo minna =w=/

Senin, 03 Agustus 2009

Best Class Ever Di Toko Sasha's Relief Terdekat! *halah*

Minna~! Akhirnya gw nyelesein Best Class Ever! Gilak selesenya 2 taon! Wakakaka gw emang sempet jadi nggak produktif sih, wkwkwk. Kalo gak salah selama tujuh bulan kemaren. *lirik-lirik Kaitoicha*

Yah, bagi pembaca baru blog ini dan masih kaga ngarti Best Class Ever (disingkat BCE) itu apaan, gw jelasin ulang deh. BCE itu novel yang gw bikin SEJAK gw masih kelas 7D dulu. Cerita itu diinspirasi oleh 7D, walo plotnya sama sekali random. Bayangin aja, Adel (real world: Ina) dan Drako (real world: Bayu) jadian. Nggak nyambung lololol. Konyol kan? Okeh, sori buat yang bukan anak skul gw kalo gak mudeng, wakakaka. Yang jelas, gw minta kalo ada yang mau baca, tolong jangan ngebayangin orang aslinya yah pas baca cerita ini. Totally gak mirip. LAGIAN SAYA GAK SEPENDEK ITU KALI. (Elsa sependek pinggangnya Dika di BCE. APAAN TUH.)

Oke, karena ini baru selese tadi, gw sama sekali belom sempet bikin yang versi memorinya lebih dikit. Tapi kalo ada yang udah mau baca, silahkan aja, pesen dengan komen di post ini ato email. Jadi yang sekarang udah bisa dipesen itu yang versi Easy-To-Read, karena hurufnya masih gede, Comic Sans MS 12 bo. Dengan font segitu dan satu halaman selebar A5, semuanya mencakup 413 halaman termasuk Epilog dan Theatrical Trailer.

Gw rencana bakalan bikin yang veri memorinya lebih dikit, mungkin dengan gw kecilin fontnya. Gw juga mau bikin yang versi nggak bersambung (alias bab terakhirnya nggak nggantung, tapi dibikin fix) supaya mungkin mau gw pake coba ngebobol Mizan ato Gramedia. Yah, baru angan sehh, gw gak tahu bisa ato nggak. Tapi yang jelas kalo ada yang mau pesen langsung contact aja, nanti kalo yang versi memori yang rada kecilan udah keluar bakal gw kabarin lagi disini.

Kalo pesen selama bulan Agustus dapet bonus spoiler, kovernya BCE 2 lho! Keren kan?! Makanya, ayo cepetan pesen!

Minggu, 02 Agustus 2009

Okay. Time To Someone To Say Sorry.

Ehem.

Sori yah, post kemaren terpaksa diapus. Jelas-jelas yang nulis bukan gw. Iguana sialan geblek itu bener-bener bisa memanfaatkan keteledoran gw buat hal yang kayak gini.

Gw belum bisa ngehubungin Iguana karena dia gak ngangkat telepon gw dari kemarin. Brengsek. Yah, gw bisa mengharap dia nggak nulis yang aneh-aneh lagi atau dia terpaksa gw pancung. Ada berbagai hal yang sebaiknya orang-orang nggak tahu, dan gw totally don't appreciate someone who tell anyone bout them. Nggak etis. Gw nggak inget gw pernah ngajarin Iguana kayak gitu. Gw nggak tahu juga bagaimana sikap gw nantinya ke dia, karena ini jelas-jelas mencoret muka gw di blog gw sendiri. Sumpah, masih mending kasusnya Izzah yang cuma main-main di shoutbox dua tahun silam. Itupun akhirnya dia sendiri yang email gw dan mohon maaf, padahal gw gak nyuruh. Lah ini, udah jelas-jelas Iguana salah, tapi gw gak bisa ngehubungin dia sekalipun. Ini bener-bener malu-maluin, dan gw harap gak ada yang baca selain Sekar. Kalo dipikir untung juga Iguana selalu nulis pake bahasa SMS-nya yang belibet, jadi Kaitoicha nggak baca. Ato nggak malu besar gw.

Gu, gw malu sama lw. Ini bukan lw banget, ngemanfaatin keteledoran gw buat ngebuka semua rahasia gw. Gw percaya lw, Gu. Gw pikir lw gak bakal nyebar-nyebarin masalah ini ke siapapun, bahkan ke temen-temen lw di kampus. Nggak, ternyata gw salah, lw malah nyebarin di internet. Di blog gw sendiri. Nggak etis, gw bilang, sangat nggak etis.

Malu-maluin, Gu, gw...ah, gw nggak tahu bisa ngomong apa.

Terserah lw deh.

Senin, 20 Juli 2009

Uhuuyy~ *judulgejebanget.com*

Konnichiwa minna~ =_=

Jiah, siang ini rasanya lambaaaaat banget. Mau ngapa-ngapain males. Pengen search artikel buat Tia, males juga. Kompi lemot total. Internet juga lagi.

Gw kan download Meltdown-nya Rin, Nebula-nya Miku, sama Magnet-nya Miku-Luka tuh. Jalannya lambat banget. Lha wong gw liat di statistik aja cuma sekitar 3-10 KB/s. KECEPATAN APAAN TUH. Biasanya juga 30-an kok.

Makanya, gw donlot Meltdown aja bisa sejam sendiri. Tapi syukur deh, dapet juga New Divide-nya Linkin Park yang gw incer dari dulu XD Sejak pertama kali denger di Transformers 2, udah langsung seneng. Hidup Linkin Park XDDDD

Dooh, lagi addict sama TimTam Crush neh. Gw makan terus dari pagi, sampe mulut gw jadi kerasa coklat. Dan percakapan tolol gw dan Iguana pun berlanjut.

Gw: Ah, Gu. Gw lagi seneng banget makan TimTam nih.
Igu: Apaan? Yang Crush?
Gw: Kok tahu?
Igu: Gw juga lagi makan soalnya.
Gw: ...

Dan setelah ngomongin berbagai hal (Vocaloid, Kaitoicha, situs-situs keren, Kaitoicha, Pensil yang bagus buat gambar, Kaitoicha) kita ngebahas TimTam lagi.

Gw: Duh. Mulut gw jadi kerasa coklat banget nih.
Igu: Lw makan TimTam mulu dari tadi ya?
Gw: Iya. Sejak pagi.
Igu: Wah. Kalo lw gw cium pasti enak tuh, jadi rasa coklat.
Gw: ...=_=*

Sompret.

Yo wes lah, mari lupain Igu *ditakol* gw pengen ngelanjutin BCE ah. Terbengkalai nih. Padahal sumpah sebentar lagi selesai lho. Bagi yang mau pesen, berarti nanti donlotnya harus rada sabar ya. Filenya lumayan gede buat ukuran Word. Belum lagi buat kover. Hwaduhaduhaduh. DNK juga menanti lagi buat diterusin. Hahh. Ini aja tokohnya belom kelar semua. Gw masih susah ngebayangin Ayane bakalan kea apa, walaupun menurut bayangan di kepala gw dia seharusnya bakalan mirip Megurine Luka ^^; karena kalo gitu kesan sengaknya dapet banget. Udah gitu kan Luka kesannya bitchy gitu ya *ditusuk Kei*

Mana gw gagal lagi gambar Aoi. Watdepak.

Doooh, Magnet juga belom selese donlotnya. Tapi bentar lagi, tinggal berapa KB lagi. Udah ya, mau nyari berbagai lagu yang gw tinggal dulu selama tujuh bulan ^^; habisnya, gw nggak berani nyentuh Vocaloid sama sekali selama berantem sama Kaitoicha, saking takutnya...

*headdesk* KOK BELOM SELESE SEH DONLOTNYA?! AAAARRRRGGGHHH *exits to vent out frustration, screaming and flailing fists up high*

Minggu, 19 Juli 2009

Jing-Le Bells (DNK) NC-17 [Part 3]

“Aku dapet apaan nih?” Iguana membuka kotak yang dijulurkan Nagini dengan penuh gaya. Sesaat kemudian ia menjerit senang seperti anak gadis. “SS2 Rifle! Senjata yang kuincar dari dulu! Kau dapat di Zweihander ya?”

“Ya iyalah. Di Zweihander, aku bisa menemukan semua senjata dari seluruh penjuru dunia.” Nagini menatap Ryuuji. “Aku tak bisa menduga apa kesukaanmu, Ryuuji, tapi kubelikan kau ini. Aku coba mengontak Dragon Town untuk bisa mendapatkannya.”

“Apa ini—wah,” Ryuuji tersenyum senang. “Satu set biskuit seri senjata. Aku selalu mengangankan memiliki sekotak untuk disantap dengan teh hangat.”

“Kalau begitu mari kita ke rumahku dan menghangatkan diri,” ajak Icha. “Aku dan Nagini baru saja menyeduh teh. Dan ada puding apel panggang yang bisa kita makan. Aku sudah bikin kustar.”

Ryuuji nyengir. “Kalau begitu tunggu apa lagi?”

Maka mereka berempat berjalan menuju rumah Icha dan Nagini, tertawa-tawa riang membayangkan banyak makanan lezat untuk disantap nanti—dan satu malam menyenangkan yang bisa mereka lewati.

***

Icha terbangun, matanya terasa sangat berat karena kantuk. Apa yang terjadi? Dia nyaris tidak ingat. Ia merasakan tempat ia tidur. Lembut, hangat, familier. Dia tidur di kamarnya, di tempat tidurnya sendiri. Bagaimana dia bisa sampai ke sana? Icha meraba ke sebelahnya dan mengejang kaget. Ryuuji di sebelahnya. Pemuda yang bertelanjang dada itu tertidur lelap. Ingatan perlahan menghujani Icha. Genggaman tangan Ryuuji yang terasa hangat di pergelangan tangannya, rasa manis lidah Ryuuji di lidahnya, tangan yang menggerayang di atas tubuhnya—

Icha turun dari ranjang, menyadari bahwa ia hanya setengah berpakaian. Tentu saja, ia tahu apa yang terjadi tadi malam—ini sekitar jam tiga pagi—dan kuharap kau mengerti apa maksudku, supaya aku tidak perlu menjelaskannya. Icha memakai jaket asal-asalan tergantung di bahunya dan memandang ke tempat tidur Nagini di seberang ruangan. Tempat tidur itu kosong, dan seprainya masih rapi. Kasur itu masih belum ditiduri. Icha mengendap-endap dan mengintip dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka. Iguana dan Nagini tertidur di sofa, berada dalam posisi sendok—keduanya berhadapan ke arah yang sama, tangan Iguana di pinggang Nagini. Jaket Nagini dan Iguana sudah dilepas, dua-duanya tergantung di bagian punggung sofa—tapi mereka berdua masih berpakaian. Iguana tidak melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan Ryuuji kepadanya. Icha mendesah, menutup pintu rapat-rapat, merasa pusing dan agak malu.

Pasti akibat alkohol. Icha ingat Nagini menyodorkan minuman itu ke depannya, dan Ryuuji dengan lembut dan menggoda membujuknya untuk meminum cairan laknat itu…membuatnya hilang akal sehat. Ryuuji dengan mudah bisa membawanya pergi. Dan tentu saja, Nagini dan Iguana tidak akan mencegah…mereka berdua toh punya urusan sendiri…

Icha kembali ke tempat tidurnya, menyusup ke dalam pelukan sang pemuda berambut kuning yang tertidur. Yang jelas ia harus tidur dulu, baru memikirkan masalah ini dalam-dalam. Ia toh bisa bicara dengan Ryuuji nanti.

Bukan untuk marah-marah. Ia tak tahu mau bicara apa.

Yang jelas, ia tahu ia akan bicara. Tapi semua itu bisa menunda pagi nanti. Atau siang, atau malam. Atau sebulan lagi, setahun lagi juga bukan masalah.

Biarkan dia dalam kehangatan pelukan Ryuuji untuk sesaat saja.

-end-

[MAKJONG KENAPA GW MALAH BIKIN NC-17 MAKJOOOOONGGGG!!!!! *headdesk*

Asli padahal tadinya gw mau bikin romance aja. ASELI. Tadinya tuh endingnya mau mereka berempat ketiduran di sofa tumpuk-tumpukan gitu, dengan keadaan dapur berantakan abis. Yeah, tadinya maunya gitu.

Kok jadinya gini yah. Tahu ah. Cha, jangan bunuh gw, oke? *sembunyi di balik Igu*

MUNGKIN INI AKIBAT DENGERIN SPICE SEPANJANG HARI. Len sialan.

Tahu ah tahu ahh. Yang jelas kalo masih anak-anak jangan ngebaca ini yaaa *towel-towel sok suci* *digampar*

Jangan sampe guru gw ngebaca iniiiehhhh *crossfinger*]

Jing-Le Bells (DNK) NC-17 [Part 2]

“Tidak, tapi ini enak banget, sumpah,” Nagini mengambil satu lagi. “Akhirnya ada orang lain yang memberiku hadiah Natal selain buku. Kenapa tidak ada yang memberiku sesuatu yang dibuatnya sendiri?” Nagini merengut.

“Hadiahku tidak sebanding dengan batu Nagamani,” sergah Icha, menyelesaikan dekorasi kuenya.

“Paling tidak kau buat sendiri, dengan begitu menjadikannya satu-satunya di dunia,” kata Nagini halus. “Vasuki bisa menumbuhkan batunya kembali, dan dalam jangka waktu beberapa tahun, akan ada penyihir yang mencuri Nagamani lagi. Kalung itu tidak selangka yang kau pikir, walaupun mendapatkannya terlihat sulit.” Nagini mengambil teko air dan menjerang teh. “Sementara sesuatu yang dibuat sendiri tidak akan ada bandingannya di seluruh dunia.”

Icha tidak ingin membantah argumen itu. “Omong-omong, hadiah apa yang akan kau berikan kepada Iguana?”

Nagini nyengir. “Sesuatu yang kudapat dengan koneksi di Zweihander. Aku pernah membantu si pemilik toko.” Nagini melirik oven. “Apa yang sedang kau masak disana?”

“Kau akan menyukainya. Kurasa sudah cukup matang,” Icha menghampiri oven dan mengeluarkan apel panggang. Daging buah itu rapuh, putih dan lembut, sedangkan mentega dan gula telah membuat apel itu manis. Icha juga sudah membuat kustar (susu-telur manis) dan krim untuk melengkapi apel panggang itu. Icha menyajikan dua apel ke dua piring, memberi sausnya, dan memberikannya ke depan Nagini. Nagini menyantap sesendok. Ia mengerjap.

“Ini,” engahnya. “adalah puding Natal paling enak yang pernah kurasakan.”

Icha tersenyum sebagai jawaban dan menyantap satu. Ia sendiri juga bangga dengan puding itu, walau tidak mengatakannya keras-keras.

“Jadi, apa kau juga akan memberikan biskuitmu kepada Ryuuji?” tanya Nagini mendadak, membuat Icha langsung tersedak. Nagini menyodorkan secangkir teh.

“Terima kasih,” Icha meneguknya, lalu ketika menurunkan cangkirnya, wajahnya sama merahnya seperti baju yang dipakainya. “Yah, kurasa iya. Aku tak punya uang untuk membeli sesuatu untukmu dan dia.”

“Aku jatuh cinta dengan biskuit itu,” Nagini menjungkirkan kursinya pada dua kaki belakang, memandang Icha dengan binar jenaka. “Dan kurasa harusnya Ryuuji juga begitu. Pilihlah biskuit yang paling bagus buatannya dan yang paling tidak gosong, hias seindah mungkin dengan decopen, lalu berikan padanya.”

“Apa kau pikir dia akan senang?” Icha memandang Nagini sedih.

“Hei, aku sudah membongkar rahasia kepribadian lelaki sejak aku duduk di taman kanak-kanak. Apakah kau tidak percaya padaku?”

Icha memandang gadis glamor yang mengedipkan mata itu, dan seketika percaya. Bagaimanapun, Nagini mengenal jiwa lawan jenisnya hampir seperti ia mengenali tangannya sendiri. Ia bangkit dan berlama-lama memilih biskuitnya, mengambil yang paling besar dan memasukkan yang kecil-kecil ke dalam plastik berhias, lalu mengikatnya dengan pita sederhana. Terakhir ia memeluk leher Nagini singkat, lalu menyambar syal dan jaket dari gantungan di samping pintu.

“Terima kasih!” dan ia menghilang.

Nagini tersenyum ke arah pintu yang menutup, lalu menghirup tehnya lagi.

***

Icha berlari kecil di sekitar komplek Fighter Academy yang seluas desa kecil itu. Bukan tabiat Ryuuji dan Iguana untuk tinggal di rumah saat malam Natal—mereka pasti keluyuran kemana-mana. Bahkan Nagini seharusnya juga keluyuran, tapi ia pulang, tentu saja, karena tahu Icha menunggu di rumah. Dulu ketika Nagini hidup sendirian, ia bisa pulang pagi dengan kesadaran sudah nyaris hilang karena mabuk. Keberadaan Icha-lah yang mencegahnya untuk tidak mabuk-mabukan setiap malam seperti dulu—yeah, dia masih mengkonsumsi minuman keras, tapi tidak sesering dulu lagi—dan ia juga tidak pernah pulang pagi. Paling banter tengah malam.

Ia sedang melewati taman bermain ketika mendengar suara bola yang ditubrukkan ke pohon. Siapa yang ingin bermain bola di luar saat malam Natal—kecuali, tentu saja, Ryuuji? Icha menoleh. Benar dugaannya, itu memang Ryuuji, kedua tangannya di kantong sementara kakinya memainkan bola sepak dengan piawai.

“Ryuuji!” Icha berlari menghampirinya. Lalu sosok lain muncul dari balik pohon.

“Hei, Laevaeisen!” sapa Iguana. “Apa kabar? Sedang apa kau diluar saat malam Natal? Setahuku kau bukan Nagini.”

Aduh, gawat. Dia kan tidak menyediakan apapun untuk Iguana. Icha mencoba bersikap tenang.

“Jangan panggil aku Laevaeisen kenapa. Bagaimanapun kau kan sudah kenal aku.”

“Baik, baik,” Iguana menatap Ryuuji dan Icha bergantian. “Jadi, kenapa kau keluar malam, Icha? Mau ke rumahku? Aku lapar banget nih.”

“Ng, kalau begitu makan saja ini,” Icha mengeluarkan bungkus biskuit dari kantong jaketnya. “Kebetulan aku sedang bereksperimen dengan biskuit.”

Ryuuji memandang biskuit di kantong transparan itu dengan mulut ternganga, wajahnya bersemu sedikit. Iguana bergerak gelisah, merasa ia sangat mengganggu.

“Euh, aku pulang ya?”

“Jangan!” cegah Icha. Keadaan akan menjadi canggung kalau Iguana pergi. “Cicipi saja kueku. Bagaimanapun aku butuh pendapat banyak orang.”

“Kau yang buat, nih?” Ryuuji mengambil kantong kue itu dan memandangnya. “Bisa dimakan nggak?”

“Jahatnya! Aku membuatnya dengan mengorbankan sepuluh jariku!”

“Buset, bikin biskuit aja jari nyaris ancur gitu. Aku jadi kepingin lihat rupa tanganmu setelah membuat kue tart.”

“Sudah ah, Ryuuji, mending dimakan biskuitnya.” Iguana memiringkan kepalanya. “Aku boleh ambil kan, Cha? Boleh? Baiklah,” ia merogoh kantong di tangan Ryuuji dan menggigit satu biskuit. “Hei, ini tidak buruk! Enak juga, Cha!”

Icha tersenyum ceria. “Bener kan? Nagini aja muji.”

“Minta lagi, dong—“ Iguana mencoba mengambil satu biskuit lagi, tapi Ryuuji menjauhkan kantong biskuitnya.

“Enak aja…” Ryuuji merengut, wajahnya makin bersemu. “…ini kan buat aku!”

Hening sejenak. Lalu Icha langsung menunduk, telinganya tampak seperti sayatan daging mentah, sementara Iguana tergelak-gelak.

“Coba, Ryuuji, tadi bilang apa? Kurang kedengeran…”

“Iguana apaan sih?!”

“Ini lagi bertiga malah ribut-ribut disini. Nggak kedinginan ya?” terdengar suara dalam yang dewasa dan Icha mendongak. Iguana dan Ryuuji berhenti bergumul di tengah udara. Nagini tersenyum, tangannya menenteng satu kantong belanja warna coklat. “Hai, Ryuuji. Sebaiknya makan semua biskuit itu sebelum dingin dan tidak enak lagi. Icha sudah susah payah membuatkannya untukmu. Omong-omong,” Nagini memandang Iguana, sama sekali tidak menyadari perubahan ekspresi yang terjadi di wajah Icha dan Ryuuji ketika ia berbicara—wajah keduanya berpendar seperti matahari terbenam. “Nih, Igu-kun. Kubelikan kau ini, mumpung aku lagi punya duit.”

Jing-Le Bells (DNK) NC-17 [Part 1]

[Hei semua, Sasha Kieselstein ish baa~ck XD gw lagi ngalor ngidul kea orang geje gini, terus memutuskan buat bikin fanfic singkat-nya Delta No Kira. Setting cerita ini pas mereka masih kelas 2 SMP--jadi Nagini dan Icha udah ketemu sama Ryuuji dan Iguana (Icha ketemu Ryuuji pas SD, Nagini ketemu sama Iguana pas kelas 1 SMP). Nagini dan Icha juga belum bertengkar, mereka masih sama-sama murid di Fighter Academy, tapi FA waktu itu belom asrama--jadi Nagini sama Icha tinggal serumah, sementara Ryuuji dan Iguana serumah di rumah laen. Nagini sama Icha udah masuk Delta, tapi waktu itu Delta masih normal, dan Icha juga belom jadi ketuanya (Icha jadi ketua pas mereka beranjak SMA). Cerita gak jelas ini romance normal. OMG gw udah lama kehilangan sense normal gw ;A; kebanyakan yaoi keanya...orz]

***

Benda putih melayang turun, hinggap di tangan telanjang Icha yang mulai membiru.

Gadis itu mendongak. Butiran-butiran salju yang lain, serupa tapi tak sama, turun merayap pelan-pelan ke jalan batu. Cuaca memang sudah mulai mendingin. Ia ingin cepat-cepat sampai rumah. Icha merapatkan baju hangatnya dan mulai berlari kecil menuju rumah kecilnya yang hangat.

Hari ini tanggal 24 Desember, malam Natal. Ia mungkin akan merayakannya sendirian lagi, seperti tahun lalu. Ah, tunggu. Bukankah Nagini tinggal bersamanya? Tapi tidak, gadis itu sesibuk lebah pada malam musim semi. Berani taruhan, dia pasti belum pulang ketika Icha tiba di rumah nanti. Bagaimana dengan Ryuuji? Icha bisa merasakan wajahnya menghangat ketika mengingat itu. Ah, Ryuuji--

--mana berani Icha mengajaknya pergi?

Icha membuka pintu rumah. "Aku pulang."

Tidak ada jawaban. Nagini memang belum pulang. Bodoh sekali mengharapkannya pulang dibawah jam tujuh. Icha menaruh barang bawaannya di meja makan, lalu menandai kalender. Setelah menghidupkan heater di ujung ruangan, ia duduk di kursi sambil membuka lasagna dingin yang baru ia beli tadi. Icha ingin menghemat pengeluaran dan hanya membeli makanan yang cukup murah. Menyantap makan malamnya tanpa berselera, ia merenung. Bagaimanapun, ini Natal. Masa ia tidak membelikan apa-apa untuk Nagini? Tapi ia defisit--benda apa yang cukup murah tapi bermutu untuk dihadiahkan kepadanya? Nagini selalu punya uang--gadis yang hidup glamor dan menyukai dunia malam itu, anehnya, selalu punya uang. Mungkin karena ia kerja sambilan. Sementara Icha sendiri lebih fokus pada kegiatan Delta--dan Delta kan tidak memberikan gaji. Nagini mengikuti Delta hanya jika kegiatannya menurutnya menarik. Gadis berambut cyan itu malah terkadang hanya peduli pada seberapa banyak imbalan yang ditawarkan.

Icha beranjak ke kulkas dan membukanya. Bisa dilihat, sebagian besar barang yang ada didalamnya milik Nagini. Nagini selalu menstok bahan makan malam, belum lagi ditambah berbagai minuman--beberapa diantaranya minuman keras, yang dijauhi Icha sekuat tenaga--dan makanan kecil yang bisa dimakan sambil menonton televisi malam-malam. Burito, nachos, brioche, mi cup instan. Tapi Nagini selalu membolehkan Icha mengambil apa saya miliknya di dalam kulkas.

"Apa yang ada di dalam kulkas berarti milik kita berdua. Kalau ada sesuatu yang aku tak ingin kau memilikinya, pasti kutaruh di kamar."

Nagini selalu berkata begitu. Tapi kecuali ia benar-benar lapar dan kehabisan makanan, Icha mengusahakan memakan makanannya sendiri. Bagaimanapun, semua makanan itu hasil jerih payah Nagini bekerja sambilan. Icha mengintip lagi ke dalam kulkas, mencari minuman yang ia miliki. Ah, soft drink terakhir miliknya sudah habis kemarin. Dengan enggan, Icha meraih sebotol teh dingin punya Nagini, menghindar dari kaleng-kaleng minuman keras yang berderet di sampingnya, lalu meneguk teh itu. Selanjutnya, ia merogoh ke almari, mencari kue sisa kemarin. Ia membuka kotaknya. Yang tersisa tinggal remah-remah.

“Ah,” ia bicara sendiri. “Kelihatannya Nagini memakannya tadi malam.”

Ketika Icha membuang kotak kue itu ke tempat sampah, ia mendapat ide bagus. Kenapa ia tidak membuat saja biskuit untuk Natal? Bagaimanapun, Nagini suka makanan manis, bisa dibuktikan dari kemampuannya menghabiskan sekotak besar biskuit dalam waktu semalam. Icha mengeluarkan semua belanjaannya dan, sambil memeriksa almari dan kulkas beberapa kali, mendapatkan semua yang ia butuhkan. Mentega, gula, telur, tepung. Dimana terakhir kali ia menyimpan decopen? Dan kuas kue? Ah, ini dia, dibawah almari. Setelah memastikan semua yang ia butuhkan ada, ia mulai bekerja.

Ia mencampur mentega, gula, putih telur, dan tepung dalam satu mangkuk besar, lalu mengaduknya perlahan. Setelah adonannya lembut dan rata, Icha memasukkannya ke dalam kulkas selama setengah jam. Sambil menunggu, ia menjerang air untuk membuat teh dan memanaskan decopen nantinya.

Setelah setengah jam, Icha mengeluarkan adonan yang sudah dingin dari kulkas dan menggilingnya diatas tatakan yang sudah ditaburi terigu, lalu mencetaknya dan menaruhnya hati-hati diatas loyang. Setelah memoles bagian atas biskuit itu dengan kuning telur, Icha memasukkannya ke dalam oven. Sementara menunggu biskuitnya dipanggang, ia berpikir lagi. Masih ada sisa apel di kulkas, bukan? Nagini membeli sekeranjang penuh ketika obral akhir musim gugur. Tinggal sisa apel yang masih hijau karena yang merah sudah habis dimakan dirinya dan Nagini. Apel hijau itu masam dan tidak akan enak untuk dimakan seperti biasa—tapi kalau tidak dimakan, apel itu akan segera busuk. Icha punya ide lain untuk memakan apel itu tanpa perlu menunggunya benar-benar masak.

Ia mengeluarkan apel-apel, itu, mencucinya, lalu—dengan menggunakan pisau khusus—mengeluarkan bijinya. Dimasukkannya apel ke dalam panci, dia bubuhi mentega sisa membuat kue tadi dan gula cokelat, lalu menunggu lagi sampai biskuit di dalam oven matang benar. Icha mengeluarkan biskuit dari dalam oven, dan ganti memasukkan panci berisi apel itu ke dalam oven.

Ketika ia sedang menghias biskuit dengan decopen yang sebelumnya sudah direndam dalam air panas, pintu menjeblak terbuka dan sesaat angin yang luar biasa dingin menghembus ke arah Icha sebelum pintu itu tertutup lagi. Di depannya, Nagini sedang berdiri, membawa dua tas belanja di kedua tangan dan satu tas lagi digigitnya—saking penuhnya tangannya.

“Haku hulang,” katanya tidak jelas sebelum menaruh tas-tasnya di meja dan merosot kelelahan di kursi. “Toko kado di Eriole penuh sesak. Aku nyaris tidak bisa menyelinap di antara para pembeli yang bersemangat untuk mengambil souvenir bagus—padahal kau tahu betapa kurusnya badanku.”

Nagini bicara jujur dan Icha tahu itu. Badan Nagini langsing dan dia selincah kucing, Icha sendiri tak bisa membayangkan Nagini susah bergerak. Pasti Eriole benar-benar penuh sesak.

“Apa yang kau belikan untukku?” Icha nyengir, kembali memandang biskuit yang sedang ia hias.

“Nih,” Nagini mengeluarkan kotak dari tas belanjanya. “Butuh waktu lama untuk membujuk yang punya melepas ini dengan harga yang cukup pantas. Eriole memang punya banyak penyihir, tapi pelit-pelit semua.”

Icha meletakkan decopen dan membuka kotak itu, lalu mengeluarkan benda yang ada di dalamnya. Rantai emas berkilauan, dengan liontin batu permata berkilauan yang dipoles dengan ketekunan luar biasa. Ini bukan buatan tangan—pasti sihir.

Melihat Icha yang menatap lekat-lekat liontin kalung itu, Nagini menjelaskan. “Itu batu Nagamani asli yang diambil langsung dari dahi Vasuki, raja ular di lepas pantai Negeri Lemuria. Batu legendaris yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit selama kau memakainya.”

“Setahuku batu Nagamani mengambil kekuatan dari manusia jika ia akan menyembuhkan seseorang,” Icha menatap curiga ke arah Nagini.

“Memang,” kata Nagini enteng, menaruh belanjaan malam Natal-nya di dalam kulkas. “Sudah kuatur agar ia mengambil alih kekuatanku jika sesuatu terjadi padamu—yah, selama kau memakainya.”

Itu merupakan sebuah hadiah yang tak ternilai harganya, belum lagi ditambah dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan Nagini ketika mencari, membujuk sang empunya untuk melepas kalung itu, dan membelinya dengan harga selangit—dan Icha ternganga tak bisa bicara. Nagini kelihatannya tidak sadar sama sekali.

“Jadi,” ia menoleh dan memandang biskuit di loyang. “Apa itu hadiah untukku?”

Icha tergagap. “Ini…”

“Kalau iya, bagus deh,” Nagini mencomot satu dan memakannya dengan senang. “Aku tidak tahu kau bisa masak, Icha.” Ia mengerjap. “Hei, ini lezat. Rasanya tidak buruk. Kerja bagus!”

“Yah, aku memang tidak bisa masak,” Icha nyengir dan menunjukkan tangannya yang melepuh dan berdarah dimana-mana. “Padahal cuma kue saja tapi bisa separah ini, menakjubkan benar kemampuanku.”

Jumat, 26 Juni 2009

Quick Update

BTW, gw punya Twitter. Baru dibikin tadi seh, dan berubung gw gak kenal sapa-sapa disana, siapa aja yang punya, follow gw plz. Gw butuh temen~ QAQ

Follow me at here

Gw bakal taroh di side bar kalo udah fix, yang follow cukup banyak. Chao!

Sabtu, 20 Juni 2009

Rapor, RP, Dan Kenapa Gw Malah Gambar Sho-Ai

Kobanwa minna =w=

Gw, seorang Nagisha Arisu yang imut tiada tara *ditendang ke Uranus*, sekarang sedang keder.

Yep, nilai rapor gw gak ada peningkatan.

Oke, sebenernya ada peningkatan sih OTL. Paling nggak, di semester 2 gw rangking satu lagi. Tapi tetep aja, kalo dirata-rata sama semester 1, gw kalah dari Futa *headdesk*

Jadi nyesel gak semangat belajar sejak awal tahun pelajaran.

Oke, jadi yang jelas gw lulus, dan karena ada peningkatan dibanding semester lalu, akhirnya gw ditambahin duitnya buat beli notebook *nari caramelldansen*

Pengen beli tablet sih.
Tapi nanti ahh, gambar masih alay gitu.

Rite, second. Seperti yang lw semua tahu, gw adalah fujoshi tak berperikemanusiaan dan gw ngikut forum RP yaoi. Yah, tadinya sih gw gak mau promosi disini, tapi gw lagi pengen nyari temen RP-an juga nihh DX walo katanya salah satu temen gw yang fujoshi *nama disamarkan*:

Gw: Oi, oi...gw lagi nyari temen buat RP-an di SG nih orz...
Fujoshi: Oh. SG toh? Kenapa gak nyuruh Luka buat masuk sana aja? Gw kira dia suka yaoi. Bukannya di blognya dia bilang dia bikin adegan yaoi?
Gw: ...

Yeah,
temen gw emang bego-bego semua.

Yah pokoknya sapa aja yang fujoshi deh, join dong join dong x3 trus bilang ke gw...biar gw samperin hahahaha. Anak-anak gw yang ada disitu: Iguana Raising sama Tarantula Raising. Join aja disini x3

Oke, topik ketiga. Gw semestinya ngegambar Diamondhead pesenannya Rinal.
Tapi gw malah gambar ini.



Yep,
kebegoan saya sebagai fujoshi.

Yang disebelah kanan itu jelas, alter-ego gw tersayang, Iguana Raising X3 dan yang disamping kiri itu Seki, OC-nya Pola. FAILED.

*kabur*

Selasa, 26 Mei 2009

8C In Da House~

Konbanwa minna~! Di blog gw yang lama disini, gw nulis tentang 7D, kelas gw tercinta pas kelas 7 dulu. Udah dua kali keanya. Sementara gw belom nulis sama sekali tentang 8C, padahal bentar lagi kita bakalan misah lagi...ini juga mungkin gw gak inget kalo tadi gw, Nadhira, Kanza, dan Isna nggak ngomongin bagaimana kelas ini akan berakhir. Padahal 8C kelasnya asik banget, nggak kalah sama 7D. Wanna know about our suite life? Check this out.

1. Afyra Chairunnisa(I called her: Afyra, Apira, Pira, Pendek, dsb)
Sahabat gw yang paling seru buat diajak gokil-gokilan di kelas. Kami berdua sama-sama lebay bin alay, dan juga merupakan tempat sampah gw menceritakan semua unek-unek tentang RP...walo dia tetep aja masih mual dengernya. Heran, gw kan sering cerita ke dia, masa masih belom kebal, sih? Tapi, kalo dari sikapnya dan reaksinya, kayaknya anak ini bisa jadi fujoshi deh kalo dididik dikit. *disumpel* Fyr, lw sohib gw yang terbaik. Peace.

2. Andi Nadya Cesaria Mattalatta(ICH: Nadya, Nadnad, Nut, Kacang)
Anak Menteri Hukum dan HAM, Andi Mattalatta. Sering berpidato tentang HAM dengan gaya menteri kalo lagi di kelas. Dipanggil "Hajjah" sama Pak Soleh karena udah pernah naik haji. Anaknya periang dan manis, terkadang bisa menjadi bumbu dalam humor di kelas. Nad, tetep tersenyum. Lw manis kok kalo kayak gitu. *ntah kenapa kata-kata gw barusan jadi kea om-om senang*

3. Anisha Ghassani(ICH: Anisha, Nisha, Ummi)
Satu-satunya Annisa di skul yang nggak terlalu suka dipanggil Icha (Annisa Zhafira dan Annisa *piip* keduanya dipanggil Icha). Pendiem dan kalem kalo di kelas, walopun nggak gitu kalo diantara temen-temen deketnya. Anaknya rajin, nggak kea gw gitu. Nish, besok ada PR gak? *ditimpuk ponsel*

4. Faiq Rifqi Abrar(ICH: Faiq, Aang)
Walo keliatan nggak ramah sama orang, tapi kalo kita kenal lebih jauh, ternyata ni anak enak juga diajak temen. Merupakan korban pelampiasan gw kalo lagi kesel pas pelajaran IPS yang pake grup. Sering dikatain Avatar, karena bentuk kepalanya. Faiq, lw coba deh sedikit ramah sama orang lain. Dan juga...GW MINTA API AVATARNYA BUAT BAKAR SATE DONG. *digoreng*

5. Galuh Elsa Ayu Nurningsih(ICH: Me, Myself, I)
Jadi artis emang susah. Udah, no komen! NO KOMEN! PENDAFTARAN FANS CLUB UDAH TUTUP KARENA KEPENUHAN SEBULAN LALU! *dilelepin*

6. Indira Sekarayu Setiarini(ICH: Tia, Ti)
Sama pendiemnya kayak Anisha, suaranya kecil banget. Pernah kena kejadian buruk sama anak sekelas dulu, dan kalo waktu itu gw nggak meledak marah, mungkin masalah itu nggak bakalan selesai. Masalah keduanya dengan sahabatnya dari 8D bener-bener bikin gw gedeg setengah mati. Ti, lw ini pendiem--tapi kok punya masalah banyak banget sih?

7. Isna Chaerunisa Putri(ICH: Isna, Na)
Nilainya stabil. Digilai habis-habisan oleh Futa. Merupakan geng Disney yang selalu up-to-date terhadap segala sesuatunya. Kadang suka curhat nyari petunjuk ke gw kalo masalah yang dia alami sudah terlalu berat buat dilalui sendiri. Na, sabar ya. Digilai cowok yang tsundere gitu memang rada susah. Sabaaaar.

8. Kanza Kunti Perwita(ICH: Kanza, Khan, Kanza-kun)
Anaknya asik banget. Dia luar biasa excited begitu tahu gw ngegambar dia--dan folder gw dicuri terus diliatin ke orang-orang =_= padahal gw sendiri nganggep gambar itu cacat, karena gw GAK SUKA gambar moe, tapi katanya yang lain sih bagus *OTL* astaga, gw gak mau jadi spesialis moe...*pundung* Khan, jangan nangis gitu dong. Walo nanti 8C pisah pas di kelas 9, kita semua tetep temenan, kan?

9. Kevin Yudana(ICH: Kevin, Kev, Jeruk, Uke)
Salah satu dari anak cowok paling nyenengin di 8C. Kevin anaknya baeek banget. Udah gitu bulet lagi *dilindes* dia merupakan uke dari Oniisan, and really, macem uke ngeberontak gitu. Cute abis deh. Kev, tetep dalam posisi gitu sama Oniisan! GW MAU POTO! GW MAU POTO! *dilempar kamera*

10. Lano Bahagia(ICH: Lano, Lanlan, Watanuki, Happy Lano)
Gw gak tahu kenapa gw panggil dia Watanuki...padahal dia gak mirip sama si keren berambut hitam itu. Mungkin karena faktor dia adalah satu-satunya anak yang nyambung diajak ngomong tentang xxxHOLiC selaen Tyo. Adiknya, Langgu, rada reseh dan nyebelin jika kita belom kenal dia, tapi ternyata kalo udah kenal, Langgu anaknya asik. Lanlan, si Yuko mati! YUKO MATI LAN! *dikutuk*

11. Muhammad Fajri Aulia(ICH: Fajri, Faj, Jri, "dunwuribihepi" Boy)
Entah kenapa, dua kali berturut-turut dalam tugas drama sekolah gw selalu jadi orang yang terlibat cinta sama dia--ntah gw jadi ceweknya dia ato cuma jadi peri yang jatuh cinta sama dia. Buset. Anak ini pinter banget di eksak, tapi buruk luar biasa di Bahasa Inggris. Pas ulangan fisika materi apa gitu cuma gw sama dia doang yang lulus KKM--gw 83 (kalo gak salah sih), sementara dia 63. Wew. Jri, ntah kenapa tugas matem yang kita kerjain berdua jadi kayak undangan kawinan. Gimana kalo kita hias pake bunga-bunga? *direbus*

12. Muhammad Pebri Ramadhani Gantoro(ICH: Ebi, Bi)
Sahabat deketnya Faiq, mereka sehidup-semati deh. Beberapa kali minjem buku kamus Bahasa Jepang gw, terkadang di saat dimana gw butuh banget ^^;; tapi yo wes lah. Bi, ati-ati. Rahasia lw mulai beredar di kalangan anak-anak.

13. Marcel Jovi Hungan(ICH: Marcel, Cell, Len)
Gw gak terlalu deket sama nih anak sih, makanya nggak bisa cerita banyak. Yang jelas, menurut data AR gw, dia cukup populer di kalangan anak cewek--yah emang rada bishi gimana gitu sihh--dan terkadang dia jadi agak menyilaukan bagi gw buat diakrabin, takut gw sama fansnya. Sangar semua. Cell, please, hold yer pheromone for a little bit. Got it?

14. Nadhira Anandiza Syafris(ICH: Nadhira, Dhira, Nadnad, Dirza)
Salah satu anggota geng Disney, fans berat Jonas Brothers (langsung menyatakan mau nonton NATM gara-gara gw bilang JoBro jadi dubber di film itu). Salah satu tangan kanan gw yang terpercaya dalam jurnalis. Orang yang sangat dewasa bagi gw. Nad, lw gw pilih masuk ke tim inti jurnal lho. Mau, kan?

15. Nahda Nasyia Karissa(ICH: Nahda, Na)
Gw juga gak terlalu deket sama dia sekarang, jadi no komen. Dia temen gw sekelas pas 7D, inget? Dia masih tetep pinter olahraga, and so on and so on. Nahda, keep like this and you'll shine! *manajer mode on*

16. Rachmad Indra Baskara(ICH: Indra, Ndra, hei-si-bego-di-belakang)
Temen dari SD. Indra adalah satu-satunya alasan kenapa 8C jadi lucu. Humornya spontan dan selalu bikin ngakak. Dan juga bukan humor yang bikin ribut, tapi humor yang murni menghibur. Dia, menurut gw, adalah anak yang sebenernya dewasa dan selalu menghargai semua orang--walopun sifat itu tersembunyi karena imagenya sebagai penghibur. Ndra, seluruh kelas bakalan kehilangan lw banget. Gw serius.

17. Rani Juliarini Rahayu(ICH: Rani, Ran, caddy)
Yeah, namanya memang mirip sama si caddy yang terlibat cinta segitiga paanlah itu. Rani suaranya keren abis sumpah, gw merinding kalo denger dia nyanyi. Rani temen baiknya Mistress (ceweknya Master), dan kadang gw suka ngadu ke dia kalo Master mulai ngancem gw. Ran, lw baiiikkk banget! *hagu*

18. Reza Achyadi(ICH: Reza, Rez, hey-you-bishi)
Totally bishi. Beneran. Dia semenya Futa, and that's mean satu lagi pairing bishi-shota ^^; Reza anaknya perhatian dan baek, beneran. Dia merupakan obyek riset gw, karena gw mesti ngeriset tentang reaksi cowok kalo diraep supaya RP gw terkesan real. Hahaha, untung aja Reza mau. Dia emang baek sih. Rez, besok gw interview lagi, oke? *winx*

19. Rizaldy Febriansyah(ICH: Master, Rizal)
MASTER GW TERCINTA! Gw sangat hormat dan sayang sama Master gw yang satu ini. Walopun dia sering ngeganggu gw, tapi dia adalah sahabat sekaligus guru gw dan gw hormat banget sama dia. Itu makanya gw juga sayang sama Mistress, karena Mistress adalah orang yang paling membuat Master bahagia--dan gw sangat berterimakasih akan itu ^^ Gw akan selalu menghormati Master, nggak peduli apa kata orang. Master, gw sebagai murid lw sayaaaang banget sama lw!

20. Rifqi Afif Setyawan(ICH: Oniisan, Afif, Afif-niisan)
Oniisan! Si seme tinggi yang mirip sama Igu ini merupakan seme yang cocok bagi Kevin. Oniisan orangnya tenang dan berwibawa, yang kocak kalo dia ngomong serius dengan nada datar =_= Oniisan tinggi banget, 180-an lebih. Phew. Oniisan, pendek dikit napa =A=

21. Sevila Syifa Slamet(ICH: Sevila, Sev)
Top markotop soal musik. Dia juga baik walau agak moody, dan kompak juga dikit sama gw. No komen banyak, selaen gw capek nulis, gw gak terlalu deket sama dia =3= Sev, keep rockin' and keep knockin'! *dilempar keri hilson*

22. Muhammad Taufiq Pradistya(ICH: Futa, Tio Pinter)
Futa si shota...! Futa itu cakep *disumpel Iguana* walo gw sadar betul kalo nilainya semakin turun. Dia adalah uke dari dua orang: Reza dan Master. HAHAHA TRISOM *digeplak* Futa, would you be my wife? *acung cincin*

23. Tio Nirmawan(ICH: Tyo, Wamena, Mena, Tyo bego)
Si anak Wamena. Dia masih minjem HarPot 6 gw dan belom dibalikin. Kampret. Dia juga orang yang nggak memerdulikan copyright dan ngemodif gambar XLR8 gw seenak perut. Tapi dia tetep temen gw, sahabat gw, dan dia juga enak diajak ngobrol tentang astronomi. Yo, kali-kali ke warnet sama-sama, yuk! Berburu data tentang alien.

Gw capek nulisnyaah. Jiahh mau maen lagi ah. Jaa ne~

Sabtu, 23 Mei 2009

Aargh! Micchi Ish Going To Dieeeee!!!!

Hueeeeeeee *ini nangis* njrit gw lagi baca Kamichama Karin Chu 7 di mangafox...yeah gw tahu gw rada telat bacanya...tapi Micchi kayaknya mati deh...uukh...gw gemeteran baca Kamichama Karin.

Yah,
Walopun mood sedih itu dengan cepat hilang karena gw ngebacanya barengan baca Crayon Shinchan juga.

Hahahaha bego. Tuh kan tadinya gw hampir njerit ngeliat Micchi mati mengenaskan, ehh gak jadi gara-gara gw ngakak ngeliat Shinchan nyanyi "The Lion Sleep Tonight"-nya Lion King versinya dia.

Kemaren juga gw RP-an jadi angst mode lagi.
Gara-gara gw baca xxxHOLiC sih.

AARGH! CHAPTER BARUNYA CEPET KELUAR DONG! Gila seru banget! Si Yuko mati! MATI SODARA-SODARA! Yah tapi bukan mati biasa sih...si Watanuki bingung karena nggak ada orang yang inget tentang Yuko, terus pas dia masuk ke toko, semuanya langsung gelap dan Yuko muncul terus bilang kalau dia sebenernya udah mati sebelum Watanuki lahir...terus Watanuki menyatakan kalau dia "sayang" sama Yuko sambil nangis (walo dengan metafora sih ya) dan si Yuko bilang "Thank you." dengan muka yang menyedihkan banget...asli gw nangis...UWAAAAKKKKHHHHH!!!!!

Yeah, dammit.
I've lost my RP moods again.

Sabtu, 16 Mei 2009

Gak Jelas~

Hey Girl, I can see your body moving
And it's driving me crazy
And I didn't have the slightest idea
Until I saw you dancing

And when you walk up on the dance floor
Nobody cannot ignore the way you move
your body, girl
And everything so unexpected - the way
you right and left it
So you can keep on shaking it

(Hips Don't Lie, Shakira)

Damn.
Gw lagi seneng banget dengerin lagu ini.

Well, ohayo gozaimasu, minna! Gw lagi OL, akhirnya bisa rileks sambil ngetik post di blog, karena tadi gw mesti ngebukain 30-an new message di inbox gw. OH SHID. Baru aja selese nih, padahal gw OL dari jam tujuh. Anying, gw capek abis.

Aduh, ada pengarang yang sering nulis cerita angst gak seh? Gw RP-an sama Shino ntah kenapa malah jadi angst gitu, padahal...GW INI SAMA SEKALI BUKANG ANGSTY AUTHOR. Leat aja novel-novel gw, emang pernah angstieh? Gak kan? Dan gw perkirakan thread gw sama Seki bakalan angst juga neh...GODDAMN KENAPA RP GW JADI ANGST SEMUAHH! D:

Hahh.
Sial, sial.

Udah ah, itu dulu, cuma asal ngepost biar keapdet ajah XD kalo ada yang pengen gw omongin, nanti post ini mungkin bakalan diedit...atau gw post baru. Mwahaha. Ja ne minna!

Senin, 11 Mei 2009

Tiga Uke~

Gw. Gedeg.

Sumpah gedeg abis.

Well, gw selama ini OL pake laptop bokap, yang tentu saja cepat XD dan nggak ada masalah--berhubung kompi gw lagi ngambek TT3TT tapi sekarang kompi ini udah dibawa pulang dari poin sker *udah cara bacanya gak usah dipeduliin* dan ternyata...GAK NGARUH. Makin dodol. Layarnya kok jadi nyempit gitu yah. Hmm.

Tapi tetep OL jalan *taboked ohmigoshly hard*

Aduh, gak konsen nulisnya. Sori sori. Lagi chat di SG. Well, gw bakalan berusaha buat nulis something bermutu deh. Yah, hari ini banyak yang terjadi: Luka ngasi surat yang isinya bikin gw bad mood selama tiga jam pelajaran, gw akhirnya berhasil gambar Iguana-versi-12-tahun-yang-keliatan-kayak-uke-ngajak, dan gw akhirnya berhasil ngehafal Bring Me To Life-nya Evanescence.

Aduh,
Gw lupa, gw mesti nyelametin Iguana (yang anak gw, Iguana Raising di SG) dari serangan cinta segiempat nih.

Well, ada tiga uke yang suka sama Igu *maruk* dan author dari dua uke (Danch and Pola) ngamuk ke gw karena gw selingkuh sama Shino. Salahkan seme kalian nak...seme kalian itu ganteng *dilelepin ke jamban* yah, yang jelas gw mau rencana RP-an sama Seki (tokohnya Pola), dan ceritanya sih si Seki ngelabrak Igu gitu karena dia ngeliat pas Igu selingkuh sama Shino (tokohnya Meiru) di UKS. Hmm. Mati deh gw. Katanya Pola nangis lho pas ngeliat RP-an Igu sama Shino. Wah. Author kebawa emosi RP rupanya. Hahaha konyol nih gw.

Oh damnshit.
Si Danch chat sama Afyra di FB.

Yah gw sih yakin Afyra gak bakal ngerebut cewek gw *gimana coba* tapi yang gw masalahin...MEREKA BEDUA CHAT NGOMONGIN GW. BRENGSEK ABIS SUMPAH. Mana gw dikata-katain lagi. Jahh. SAYA BUKAN TOAK NAK *getok Afyra*

Ahh sudahlah.
Gw lagi RP-an nih sama Shino. Jaa ne~

Sabtu, 09 Mei 2009

Sorry...Lama Banget Gw Gak Nyambangin Blog!

Hahaha.

HAHAHAHA. *ditabok*

Wadooh, sori banget gw udah bermilenia-milenia *lebay* gak nyambangin site ini. Buset, ada bangkai orangutan di balik music player di bawah, lho. *ngaco* Haha, gw keasikan maen RP. Blog gw lumutaann.

Many things happen--still, gw belom-en-kayaknya-nggak-akan-pernah baekan sama Luka. Life goes on, gw baek-baek aja sejauh ini.

Ah.
Iguana cemburu gw ke rumah Danch.

Haha sumpah itu cowok kocak banget. Gw kan ke rumah cewek, bukan ke rumah cowok. Nginep boleh dong. Masa gak boleh =A=

Gw: Gu. Gw nginep rumah Danch boleh kan?
Igu: HAHH? GAK! GAK BOLEH!
Gw: Ehh...napa...? *puppy eyes*
Igu: Soalnya gw tahu...LW BAKALAN NGERAEP DIA. IYA KAN???!!!
Gw: Hehe...hehe... *ketawa aneh* jadi lw cemburu toh Gu?
Igu: Kagak! Gw kasian sama Danch!

Hahaha. Masih gak mau ngaku.
Bego, bego.

Walo gitu tetep aja sih gw ngelanggar larangan dia dan nginep di rumah Danch.
Sampe di rumah, gw diomelin di telepon.

Oh well.

Yah, dia gak salah sih. Kecurigannya berdasar--gw bener-bener ngeraep Danch. Sempet mau gw apa-apain nyokapnya dateng *OTL*

HAHAHAHAHA.

Sumpah gw asli dimarahin sama Iguana.

Yah, tapi di akhir petualangan-gw-di-rumah-Danch sih gak terlalu bagus, gw mesti mempertahankan senyum-yandere gw karena suatu hal ^^; tapi lumayan lah, karena gw gak begitu jago jadi yandere dan akhirnya gw bisa juga mempertahankan senyum yandere gw tanpa kecurigaan berarti. Itu berarti kemampuan gw meningkat.

Dan, selama di mobil, gw ngobrol berdua sama nyokapnya Danch (alesan kenapa Danch gak ikut itu pribadi ya ^^;). Nyokapnya Danch, beda sama nyokap gw, ternyata gak terlalu support sama anak beliau buat suka sama Japan thingy. Kalo nyokap gw kan support tuh, malah gw dibeliin apa aja. Kalo Danch tuh nggak. Nyokapnya gak suka Danch ikut cosplay. Selama di mobil, gw berusaha dengn halus melunakkan pendapat beliau supaya Danch gak tertekan terus. Lama-lama kalo nyokapnya Danch gak support gini, mereka berdua bisa bentrok, dan ada kemungkinan Danch gak dibolehin cosplay lagi, bahkan gak boleh mendekat sama yang namanya Japan things. Padahal gw tahu gimana berartinya itu semua di mata Danch. Jadi, gw mencoba untuk berbicara dengan halus, melunakkan pendapat beliau. Gw gak tahu bagaimana keputusan final nyokapnya Danch, tapi gw harap beliau bisa lebih membuka hati beliau. Karena anak beliau bukan anak yang nggak serius dalam menjalankan suatu hal.

Gw tahu kok.
Gw tahu persis.

Yah, pokoknya setelah itu sih gak ada hal lain yang menarik ^^; kecuali kejadian kemaren pas jurnal kali ya...gw masih merenung dalam soal itu.

Well,
Berhubung gw lagi keranjingan gambar, gw ngebawa alat yang gw butuhin untuk itu ketika gw jurnal di lab bahasa di lantai 3.

Pokoknya sih pas di tengah pelajaran-bikin-buletin, Nadhira en Syanaz (yang notabene ada di kanan-kiri gw) minjem folder gambar gw buat diliat-liat. Kita bertiga ngomongin gambar, mulai dari Nadhira yang ngeluh soal bokapnya yang cuma bisa gambar orang lidi sampe Syanaz yang seneng sama gambar Jin Kuga yang gw bikin. Lalu terjadilah percakapan diantara kita bertiga.

Nadhira: Eh, tahu gak. Well, bukannya karena gw emang deket sama lw ya, Sa *mandang gw* tapi kalo gw rasa, gambar Sasha lebih bagus dari gambar Luka, lho.
Gw: Hah?
Syanaz: Gw juga beranggepan gitu. Wajah gambar-gambar Luka tuh plain, sama semua. Yang ngebedain cuma baju ato rambut, itupun rambut juga banyak yang sama. Sementara gambarnya Sasha tuh ada karakternya.
Gw: *senyum bersalah* Mungkin itu karena tokoh Luka banyak. Tokoh gw kan dikit.
Nadhira: Nggak ngaruh kali Sa. Tokoh lw, sebanyak apapun, kalo ada karakternya, bakalan bagus. Tokoh lw berkarakter.
Syanaz: *ngangguk*
Gw: *diem*

Selama ini gw mengakui kalo gambar Luka emang lebih bagus dari gw--gw akui itu. Gw gak muna. Gw tahu kalo dia expert. Dan gw gak punya masalah dengan itu--dia bisa gambar, gambarnya bagus, ya go ahead. Gambar aja. Gw gak merasa gw bisa menyaingi Luka, gw gak merasa bahwa gw ngikutin Luka. Gw turunan dari para penggambar yang sukses--bokap gw, kakek gw, buyut gw, terus ke atas, semuanya bisa gambar. Jadi gw menanggung beban karena gw harus bisa gambar. Malah kalo boleh jujur, gambar gw ningkat pesat sejak gw pisah dari Luka. Mungkin karena faktor sejak gw jauh dari Luka, gw makin deket sama Danch. Hmm.

Yah, pokoknya, gw udah melepas harapan supaya gambar gw dipuji "bagus" oleh orang sekitar--gw tahu ada Luka, dan gw gak mungkin nandingin dia, gw udah berdamai dengan kenyataan itu sejak lama. Gw sama sekali gak ngira gw bakal terjebak dalam percakapan macem ini. Rasanya aneh aja dibandingkan sama orang yang udah belajar gambar bertahun-tahun. Gw baru belajar gambar lima bulan lalu. Nggak level, kan?

Ah udahlah, hal berat kok dipikirin.
Maen RP ahh.

Senin, 09 Maret 2009

Otanjoubi Omedetou!

NYAHAHA blog ini ultah! Oke gitu aja cayoo! *ishgejeplz*

Minggu, 01 Februari 2009

"Too Cool" Mood Right Now! XD

Cause I'm too cool
Yeah I'm too cool
To know you
Don't take it personal
Don't get emotional
You know it's the truth
I'm too cool for you
You think you're hot but I'm sorry, you're not
Exactly who you think you are
Can't tell you what you haven't got
When we walk into the room
I'm too cool for you

Yeah, sekarang gw lagi tergila-gila banget sama lagu Too Cool-nya Meaghan Martin dari Camp Rock. Agak ketinggalan sih baru suka sekarang ^^; tapi mungkin juga karena faktor gw pengin banget kali ya ngomong isi seluruh lirik ini ke Luka. Rasanya pasti enak banget tuh.

Oh iyah. Gw lagi ngerencanain pengin ngegambar LenXLuka yang lagi saling musuhan. Tanya kenapa? Yeah, tentu aja karena gw adalah "Len" dan 'dia' adalah "Luka", jadi so, gw pengin banget bisa gambar mereka berdua yang lagi pandang-pandangan benci gitu, misalnya. Sekarang gw lagi pengin nyari referensi Luka dulu kali ya--lw semua tahu gw benci Luka dan gw nggak punya satu pun gambarnya di kompi. Ato mending gw bikin dia pake baju yang gampang aja--school uniform, misalnya? Yang punya gambar Megurine Luka yang oke, kasi gw dong. Bagusan lagi kalo gambarnya teasing, jadi kan gw gak perlu repot-repot mikir. Tapi kalo gw yang Len...yah...gw yang anak kecil dong. Gak aci ah.

Sebelum gw nutup ni post, Luka, ada yang pengin gw ngomongin ke lw, nih:

I'm too cool for my dress
These shades don't leave my head
Everything you say is so irrelevant
You follow and I lead
You want to be like me
But your just a wannabe
love it or hate it

I can't help the way I am
Hope you don't misunderstand

Cause I'm too cool
Yeah I'm too cool
To know you
Don't take it personal
Don't get emotional
You know it's the truth
I'm too cool for you
You think your hot but I'm sorry, you're not
Exactly who you think you are
Can't tell you what you haven't got
When we walk into the room
I'm too cool for you
(Too Cool, by Meaghan Martin, Camp Rock Original Song)

Yeah, Luka, gw tahu, gw emang kurang ajar ^^ and sincerely I'm proud with that.

Sabtu, 31 Januari 2009

Gambar Luka Duluu Banget
















































Okeh, gw sama sekali nggak tahu gw sebenernya mau ngapain. Yang jelas buat ngelepas stres, gw bikin empat gambar diatas, dan hasilnya...yeah, kepala gw sekerang lebih seger. Terus juga setelah melepas stres, akhirnya gw nemu ini:























Yep, setelah ngakak sampe nyaris mati ngeliat gambar diatas, sekarang stres gw udah bener-bener ilang.

Selasa, 20 Januari 2009

Amel-chan no Blog! YAAY!

Well, salah satu kouhai gw baru aja bikin blog. namanya Amel, blognya bisa lw liat disini, gw ngawasin dalam pembuatannya. Seneng banget gw begitu tahu di post pertamanya dia juga nyebut-nyebut Anti-MASTERplan ^^ emang kouhai gw yang satu ini sejalan pikirannya sama gw, dia juga benci MASTERplan (selaen karena dia nggak setuju sama ideologinya MASTERplan, perang MASTERplan udah membunuh salah satu sahabat terbaiknya yang juga merupakan kouhai pertama gw), dan dia juga menerapkan ajaran gw yang gw tekankan terus menerus: nyindir Luka. Kita berdua hobi banget nyindir Luka (Luka yang bikin MASTERplan, bukan Megurine Luka), bagi kita itu penghibur di kala lara *jiaah*

Pokoknya, sekali lagi, kunjungin terus blognya Amel disini, jaa!